Selasa, 22 Maret 2011

komponen fisik untuk melatih keterampilan voli


Komponen Biomotor Cabang Bola Voli

Dalam latihan fisik pelaksanaannya lebih difokuskan kepada proses pembinaan kondisi fisik atlet secara keseluruhan, dan merupakan salah satu faktor utama dan terpenting yang harus dipertimbangkan sebagai unsur yang diperlukan dalam proses latihan guna mencapai prestasi yang tertinggi. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan potensi fungsional atlet dan mengembangkan kemampuan biomotor ke derajat yang paling tinggi.
Kondisi fisik merupakan unsur yang sangat penting hampir diseluruh cabang olahraga. Oleh karena itu latihan kondisi fisik perlu mendapat perhatian yang serius direncanakan dengan matang dan sistematis sehingga tingkat kesegaran jasmani dan kemampuan fungsional alat-alat tubuh lebih baik.

Berikut adalah komponen biomotor yang diperlukan dalam cabang olahraga bola voli :
1. Kekuatan (Strength)
Kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. Latihan yang sesuai untuk mengembangkan kekuatan ialah melalui bentuk latihan tahanan (resistence exercise).

2. Daya Tahan (Endurance)
Daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam waktu yang relatif lama. Karena bola voli memerlukan waktu yang lama untuk membuat lawan kalah, sehingga dibutuhkan daya tahan yang kuat agar bisa bertahan dalam stamina yang maksimal.
Terdapat beberapa manfaat meningkatkan daya tahan secara umum yaitu :
- Mempertinggi intensitas latihan daya tahan
- Memperjauh jarak langkah supaya bisa menguasai satu lapangan penuh.
- Mempertinggi tempo (latihan kecepatan)
- Memperkuat otot-otot untuk bekerja dalam jangka waktu yang lama.

3. Kelentukan (Flexibility).
Kelentukan adalah kemampuan seseorang untuk dapat melakukan gerak dengan ruang gerak seluas-luasnya dalam persendiannya. Faktor utamanya yaitu bentuk sendi, elastisitas otot, dan ligamen.
Ciri-ciri latihan kelentukan adalah : (1) meregang persendian, (2) mengulur sekelompok otot. Kelentukan ini sangat diperlukan oleh setiap atlet, tidak hanya bola voli. Melatih kelentukan diperlukan untuk memudahkan mempelajari berbagai gerak, meningkatkan keterampilan, mengurangi resiko cedera, dan mengoptimalkan kekuatan, kecepatan, dan koordinasi.

4. Keseimbangan (Balance).
Keseimbangan adalah kemampuan seseorang untuk mempertahankan posisi tubuh baik dalam kondisi statik maupun dinamik. Dalam keseimbangan ini yang perlu diperhatikan adalah waktu refleks, waktu reaksi, dan kecepatan bergerak. Dan biasanya latihan keseimbangan dilakukan bersama dengan latihan kelincahan dan kecepatan, bahkan kelentukan. Fungsi dari keseimbangan ini adalah supaya tidak mudah roboh dalam melakukan gerakan, misalnya pada toser yang akan mengumpan bola kaki harus seimbang, jika tidak umpan yang diberikan tidak akan sempurna, bahkan bisa juga roboh karena tumpuan kaki tidak tepat.

5. Kecepatan (Speed).
Menurut Dick (1989) kecepatan adalah kapasitas gerak dari anggota tubuh atau bagian dari sistem pengungkit tubuh atau kecepatan pergerakan dari seluruh tubuh yang dilaksanakan dalam waktu yang singkat. Terdapat dua tipe kecepatan yaitu (1) kecepatan reaksi adalah kapasitas awal pergerakan tubuh untuk menerima rangsangan secara tiba-tiba atau cepat, dan (2) kecepatan bergerak adalah kecepatan berkontraksi dari beberapa otot untuk menggerakan anggota tubuh secara cepat. Dalam bola voli dibutuhkan kedua komponen tersebut, karena jika reaksi lambat maka tidak bisa membuat pertahanan yang bagus, bahkan tidak hanya kalah pertahanan tetapi kepala kita tidak jauh dari sasaran tembak lawan karena reaksi kita yang lambat untuk menghalau bola yang menuju ke kepala.

6. Kelincahan (Agility).
Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak tanpa kehilangan keseimbangan. Kelincahan ini berkaitan erat antara kecepatan dan kelentukan. Tanpa unsur keduanya baik, seseorang tidak dapat bergerak dengan lincah. Selain itu, faktor keseimbangan sangat berpengaruh terhadap kemampuan kelincahan seseorang.
Bentuk latihan kelincahan dapat dilakukan dalam bentuk lari bolak-balik (shuttle-run), lari kulak-kelok (zig-zag run), jongkok-berdiri (squat-thrust), dan sejenis lainnya. Fungsinya untuk mempercepat gerak kita jika bola itu tidak tepat mengarah kepada kita sehingga kita bisa menjangkau bola yang jauh sekalipun.

7. Power (Elastic/ Fast Strength).
Power adalah kemampuan otot untuk mengerahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat. Power sangat penting untuk cabang-cabang olahraga yang memerlukan eksplosif, seperti lari sprint, nomor-nomor lempar dalam atletik, atau cabang-cabang olahraga yang gerakannya didominasi oleh meloncat seperti dalam bola voli, dan juga pada bulutangkis, dan olahraga sejenisnya. Power sangat penting pada olahraga bola voli karena kita bisa melakukan lompatan yang tinggi, selain itu juga bisa melakukan smash yang kuat sehingga bisa mematikan lawan.

8. Stamina.
Stamina adalah komponen fisik yang tingkatannya lebih tinggi dari daya tahan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa atlet yang memiliki stamina yang tinggi akan mampu bekerja lebih lama sebelum mencapai hutang-oksigennya, dan dia juga mampu untuk pemulihan kembali secara cepat ke keadaan semula. Salah satu bentuk latihan untuk meningkatkan stamina atlet adalah melalui latihan interval. Stamina sangat berfungsi, karena dengan stamina yang kuat kita bisa melakukan gerakan tanpa rasa lelah.

9. Koordinasi.
Koordinasi adalah suatu kemampuan biomotorik yang sangat kompleks. Menurut Bompa (1994) koordinasi erat kaitannya dengan kecepatan, kekuatan, daya tahan, dan kelentukan. Oleh karena itu, bentuk latihan koordinasi harus dirancang dan disesuaikan dengan unsur-unsur kecepatan, kekuatan, daya tahan, dan kelentukan.
Bentuk latihan koordinasi sebaiknya melibatkan berbagai variasi gerak dan keterampilan, seperti atlet bulutangkis sebaiknya jangan hanya latihan gerak dan keterampilan yang terdapat dalam aktivitas bulutangkis saja, namun berikan latihan-latihan gerak dan keterampilan yang terkandung dalam cabang-cabang olahraga lainnya seperti bola voli, bola basket, atau olahraga lainnya. Sehingga kita bisa melakukan variasai-variasi gerakan yang bisa memperindah suatu pertandingan.

defense smash bola voli


Defense Smash
           Seorang pemain dapat digolongkan sebagai pemain defensif yang baik, kalau pemain ini terjun dalam permainan dengan penuh keberanian dan ketabahan, sudah memperkembang kemampuannya untuk menahan dan mengimbangi smash-smash pihak lawan.
            Pada bagian ini seorang pemain berupayan untuk setangah jongkok sebagai kegiatan untuk mempersiapkan diri terhadap serangan yang dilakukan regu lawan. Sehingga otot-otot tungkai, khususnya upper leg selalu berkontraksi menahan berat badan. Kemudian demikian juga dengan lengan sebagi antisipasi terhadap datangnya bola yang cepat. Disamping itu upaya untuk menjatuhkan diri kelapangan sebagai konsekwensi gerakan lanjutan dari pertahanan.
            Regu yang dapat mempertahankan diri dengan baik seringkali dapat mengalahkan regu yang dapat menyerang dengan baik.  Sekwensi gerakan dalam jenis permainan mempertahankan diri ini relatif mudah dipelajari. Kepandaian membaca pertandingan ini tidak dapat dipelajari pada waktu latihan. Seringkali pula pemain dipengaruhi oleh ketegangan atau emosi pada waktu bertanding. Akibatnya konsentrasinya menurun, reaksinya kurang cepat, bahkan kadangkala pemain dihinggapi perasaan malas.
            Dalam melakukan pertahanan harus mempertikan tiga tahap, yaitu sebagai berikut :
a.Latihan Tahap pertama: posisi permulaan (start)
(1)Kedua kaki terbuka dengan jarak sedikit lebih lebar dari jarak kedua bahu dan lutut ditekuk.
(2)Berat badan bertumpu pada kaki bawah, daerah pergelangan kaki.
(3)Kedua lengan di depan tubuh, ditekuk sedikit di siku.
(4)Kedua lutut didorong sedikit kedepan, lebih jauh sedikit dari letak ujung jari kaki.
b.Latihan Tahap kedua: menerima bola
(1)Pemain mendekatkan kedua belah tangannya sehingga saling sebelah menyebelah, secepat     mungkin.
(2)Kalau memungkinkan, bola harus diterima dengan bagian bawah kedua lengan pemain (seperti juga posisi menerima bola dengan gerakan dig).
(3)Semakin cepat laju bola, semakin cekatan pulalah permainan lengan si pemain.  Kalau tidak akan melambung tinggi disisi regu pemain itu sendiri.
c.Latihan Tahap ketiga: gerakan akhir (follow through)
Pemain membiarkan kedua lengannya terus melaju mengikuti ayunan lengan itu sendiri, kemudian segera mengambil tempat pada posisinya yang baru dilapangan.
1)Latihan Sistem pertahanan terhadap servis 2 : 4
Sistem menerima servis 2 : 4 artinya 4 pemain bertugas untuk menerima servis, sedang 2 pemain lainnya siap untuk mengumpan dan smash.  Sistem ini digunakan bila X6 lemah menerima servis, sedang X1,X2,X4,X5 sempurna dalam menerima servis.
2)Latihan Sistem pertahanan menerima servis 1 : 5
Sistem menerima servis 1 : 5 artinya 5 pemain bertugas menerima servis, sedang 1 pemain bertugas sebagai pengumpan.  Sistem ini sekarang sangat popular penggunaannya karena lebih banyak keuntungannya dibandingkan dengan sistem 2 : 4.
3)Latihan Sistem pertahanan terhadap smash, plesing, dan dink
Pembatasan daerah tengah dan belakang adalah garis sejajar dengan garis tengah jarak empat meter. Bendungan dan court defend (pertahanan belakang) memerlukan kerjasama yang tinggi antara blocker dan pemain pertahanan belakang.  Dalam suatu pertandingan tidaklah mungkin suatu regu hanya mempergunakan satu sistem, satu pola dan satu tipe pertahanan karena problematika yang datang dari regu lawan selalu berubah-ubah.
a)Latihan Sistem 0 : 3 : 2 dan 1 : 3 : 2
Sistem 0 : 3 : 2 dan 1 : 3 : 2, artinya tanpa block atau block satu, pertahanan daerah tengah tiga pemain dan pertahanan lapangan belakang dua pemain.
Sistem ini digunakan untuk menghadapi smash lemah, plesing, dink dan bola jauh dari net sebelum diserahkan lawan.
b)Latihan Sistem 2 : 1 : 3 dan 2 : 2 : 2 dan 2 : 0 : 4
(1)Sistem 2 : 1 : 3 artinya, dua blocker, satu pemain pertahanan tengah dan tiga pemain pertahanan belakang.
(2)Sistem 2 : 2 : 2, artinya pemain melakukan block dua orang, pertahanan lapangan tengah dua orang.
(3)Sistem 2 : 0 : 4, artinya dua pemain melakukan block, lapangan bagian tengah tidak ada yang menjaga, sedang daerah belakang dijaga oleh empat pemain.
4)Latihan Sistem pertahanan bola dari pantulan block lawan (Cover of smash)
Sesuai dengan perkembangan peraturan block boleh melewati net (net over) serta perkenaan bola blocker dapat mendahului pukulan smasher lawan, jelaslah kemungkinan bola kembali ke lapangan sendiri setelah melakukan smash sering sekali terjadi dalam permainan.  Salah satu cirri keterampilan kematangan dari pemain dalam bermain bolavoli dapat dilihat dari pelaksanaan cover of smash ini.
a)Formasi “cover of smash”  serangan posisi 4
b)Formasi “cover of smash”  serangan posisi 3
c)Formasi “cover of smash”  saat regunya mengadakan variasi serangan.